Sabtu, 20 Juli 2013

Injil Asli

Subhanallaah … 

Inilah Injil Asli yang Menggemparkan Dunia Itu, 12 Tahun Dirahasiakan, 

Menjelaskan Nabi Isa Tidak Disalib dan Membenarkan Nabi Muhammad SAW, 

Mengguncang Vatikan dan Kristen di Seluruh Dunia!! Bismillahir-Rah maanir-Rahim … 

Belum lama ini, pemerintah Turki mengumumkan tentang penemuan Kitab Injil Asli Barnabas, salah satu murid pertama Yesus (Isa Almasih). 

Hal yang tentu saja mengejutkan banyak pihak, termasuk kubu Vatikan itu sendiri.

Sebagaimana diberitakan oleh DailyMail, basijpress dan NationalTurk, bahwa Injil Barnabas asli tersebut ditemukan pada tahun 2000 lalu di Turki, namun ditutupi oleh pemerintah Turki selama lebih dari 12 tahun, dan baru sekarang di beberkan ke publik.

Lembaran-lembaran kulit hewan itu ditulis dengan huruf Syriac dengan dialek bahasa Aram, bahasa yang sama seperti bahasa yang umum dipakai pada masa Yesus Isa Almasih.

Pemerintah Turki menyakini bahwa kitab kulit hewan tersebut adalah Injil Barnabas orisinal.

Hal yang menarik dari Kitab Injil Barnabas Asli asal Turki tersebut menyatakan bahwa

YESUS TIDAK PERNAH DI SALIB,

dan terdapatnya ayat-ayat yang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang benar serta pengakuan tentang kehadiran Nabi Akhir Jaman, Muhammmad SAW.

Pengakuan itu terdapat pada bab 41 dari Kitab Barnabas yang ditemukan di Turki tersebut.

Berikut ini terjemahannya :

”Allah telah menyembunyikan diriNya sebagai Malaikat Agung Michael berlari mereka (Adam dan Hawa) dari surga, (dan) ketika Adam berbalik, ia melihat bahwa di atas pintu gerbang ke surga tertulis

“La Ela ELA Allah, Mohamad Rasul Allah”Kitab yang masih menjadi perdebatan tersebut disebutkan kini disimpan di Justice Palace, Ankara, Turki dengan pengawalan ketat polisi bersenjata lengkap dan keamanan maksimum.

Pihak Iran lewat Basij Press menyatakan bahwa apa yang tertulis di kitab Barnabas asli tersebut adalah bukti tentang kebenaran Islam, yang walau begitu ditanggapi oleh sinis dari berbagai pihak.

Bahkan pihak Kristen lewat berbagai jamaatnya menyatakan bahwa Kitab Barnabas tersebut diragukan keotentikannya.

Namun walau begitu pihak Vatikan lebih arif dengan menyatakan telah mengajukan permohonan resmi ke pemerintah Turki untuk membaca dan menganalisa keaslian kitab kontroversial itu.

Para agamawan menyatakan bahwa jika Alkitab Barnabas tersebut terbukti asli, maka akan mengakibatkan rusaknya kredibilitas Gereja, dan akan menimbulkan revolusi agama Nasrani besar-besaran di seluruh Dunia.

Tentu saja penemuan ini cukup menarik, sama menariknya dengan penemuan dan fakta sejarah bahwa Benua Amerika pertama kali di temukan oleh para pelaut tangguh Islam

Wallahu a’lam bish-shawab …

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ….

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, …

Salam Terkasih ..

Dari Sahabat Untuk Sahabat … …

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

4 RAHASIA KETENANGAN HIDUP

1. Aku yakin bahwa rezekiku tidak tertukar, karena itu hatiku tenang.
2. Aku yakin amalku tidak mungkin digantikan oleh yang lain, karena itu aku semangat beribadah.
3. Aku yakin bahwa Allah mengawasiku, karena itu aku malu bermaksiat.
4. Aku yakin bahwa mati selalu membuntutiku, karena itu aku selalu siap menghadapinya.

-- Syaikh Hasan Bashri --

Minggu, 14 Juli 2013

Keistimewaan 30 hari sholat Tarawih pada Bulan Ramadhan

Shalat tarawih adalah salah satu ibadah sunah di bulan ramadhan yang dilakukan selama 30 hari penuh, dan shalat tarawih hanya dilakukan khusus pada bulan ramadhan saja.

Sudah banyak yang mengetahui tentunya apa saja yang menjadi keutamaan shalat tarawih di bulan ramadhan. Shalat tarawih memiliki keutamaan-keutamaan sendiri di setiap harinya. Lalu apa sajakah keutaman-keutamaan tersebut? Bagi yang belum mengetahui berikut saya bagikan informasi mengenai 30 Keutamaan Shalat Tarawih Bulan Ramadhan yang saya ambil dariKompas Forum.

30 Manfaat / Keutamaan Shalat Tarawih:

Malam ke 01 : Siapa yang shalat Tarawih pada malam pertama dihapus dosa seorang Mu’min seperti ketika ia di lahirkan.

Malam ke 02 : Shalat Tarawih pada malam kedua di ampuni dosa dirinya dan kedua orang tuanya, jika keduanya Mu’min.

Malam ke 03 : Malaikat berseru dari ‘Arsy ” Telah diangkat amal dan dosanya yang telah lalu dan di ampuni oleh Allah SWT.

Malam ke 04 : Baginya mendapat pahala, seperti pahala membaca Kitab Taurat, Zabur, Injil dan AlQur-an.

Malam ke 05 : Allah SWT memberinya pahala seperti pahala Sholat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjid Aqsho.

Malam ke 06 : Allah SWT memberinya pahala Thawaf di Baitul Makmur dan di mintakan ampun baginya oleh setiap batu benda.

Malam ke 07 : Seumpama pahala yang di peroleh nabi Musa A.S dan penolong dari kejahatan Fir’aun dan Hamman.

Malam ke 08 : Allah SWT memberikannya pahala seperti pahala apa yang diberikan kepada Nabi Ibrohim AS.

Malam ke 09 : Seumpama pahala Ibadah nabi Muhammad SAW.

Malam ke 10 : Allah SWT memberinya Rizki dan kebaikan di dunia dan akhirat.

Malam ke 11 : Apabila Ia meninggal dunia, seperti dilahirkan dari Ibunya.

Malam ke 12 : Ia datang pada hari kiamat kelak dengan wajah berseri-seri seperti bulan purnama.

Malam ke 13 : Ia datang pada hari kiamat, selamat dari kejahatan (kejelekan).

Malam ke 14 : Malaikat pada menyaksikan bahwa sesungguhnya orang tersebut telah Sholat Tarawih maka pada hari kiamat kelak Allah SWT tidak akan menghisabnya.

Malam ke 15 : Para malaikat bersholawat kepadanya dan menjaga di ‘Arsy dan kursi.

Malam ke 16 : Allah SWT mencatat baginya akan di bebaskan dari api neraka dan masuk surga.

Malam ke 17 : Diberikannya pahala seperti pahala para nabi.

Malam ke 18 : Satu Malaikat berseru : ” Hai Hamba Allah bahwasanya Allah SWT telah meridhoi kamu dan ke dua orang tuamu.

Malam ke 19 : Allah SWT akan mengangkat ke surga firdaus.

Malam ke 20 : Allah SWT memberikan pahala para Syuhada dan orang-orang Sholeh.

Malam ke 21 : Allah SWT membuatkan baginya sebuah istana di surga dari cahaya.

Malam ke 22 : Pada hari kiamat nanti, selamat dari kesulitan dan kesusahan.

Malam ke 23 : Allah SWT membangunkan baginya sebuah kota di surga.

Malam ke 24 : Dua puluh empat (24) permintaanya di kabulkan oleh Allah SWT.

Malam ke 25 : Allah SWT mengangkatnya dari siksaan kubur.

Malam ke 26 : Allah SWT mengangkatnya baginya pahala empat puluh tahun (40 thn).

Malam ke 27 : Ia akan melewti jembatan Shirotul Mustaqim pada hari kiamat kelak seperti kilat menyambar.

Malam ke 28 : Allah SWT mengangkat baginya seribu (1000) derajat di surga.

Malam ke 29 : Allah SWT memberikan pahala seribu (1000) haji yang makbul.

Malam ke 30 : Allah SWT berfirman : Hai Hambaku, makanlah buah-buahan di dalam surga dan mandilah engkau dengan air Salsabil dan minumlah dari telaga kautsar, Aku tuhanmu dan engkau hamba-Ku.

Nah setelah mengetahui 30 Keutamaan Shalat Tarawih diatas tentu sangat sayang sekali bukan jika kita meninggalkan ibadah shalat tarawih tersebut? Jadi, jika tidak ada halangan semoga kita semua dapat senantiasa selalu menunaikan ibadah sunah tersebut selama 30 hari penuh di bulan ramadhan ini.

Beruntung buat kaum adam yg tidak mempunyai halangan bulanan sperti halnya yg di alami kaum hawa..jadi jangan sia2kan kesempatan ini,mumpung kita masih di beri kesempatan untuk melaksanakan ibadah puasa & sholat tarawih di bulan yg suci nanti

Sumber Hadist dari Kitab Duratun Nasihin, Bab Keistimewaan Bulan Ramadhan

Fakta puasa

1. Apakah berkumur-kumur
dapat membatalkan puasa..?

TIDAK, berkumur-kumur dengan
air putih sangat dianjurkan
apalagi niatnya untuk wudu,
yang membatalkan adalah
berkumur-kumur dengan es
buah, es kelapa muda, kuah
Pempek, dsb.

2. Apakah mencicipi masakan
dapat membatalkan puasa..?

TIDAK, selama tidak ditelan
dengan sengaja, TAPI… Kalau
mencicipi masakan sampai habis
sepanci penuh, itu baru
membatalkan puasa.

3. Apakah benar tidurnya orang
berpuasa bernilai pahala..?

BENAR, asal seperlunya, karena
yang terbaik adalah mengisinya
dengan amal ibadah, TAPI…
puasa Anda akan batal apabila
tidur di awal bulan Ramadan
dan terbangunnya……d i bulan
Syawal.

TOLONG jANGAN DI ABAIKAN
BEGITU SAJA, klik SUKA & BAGIKAN !!

Sabda Rasulullah SAW ;
"Siapa yang menyampaikan satu
ilmu dan orang membaca
mengamalkannya maka dia akan
beroleh pahala walaupun sudah
tiada."

jangan lupa bagikan yah , perbanyak share di bulan ramadhan ini

NAFSU DAN TABI’ATNYA ADA 7 MACAM

1. Nafsu Ammaroh . Letaknya di bagian dada agak sebelah kiri. Tabiatnya senang berlebih-lebihan, royal, hura-hura, serakah, dengki, dendam, iri, membenci orang, tidak tahu kewajiban, sombong, tinggi hati, senang nurutin sahwat, suka marah-marah dan akhirnya gelap tidak mengetahui Tuhannya.

2. Nafsu Lawwamah . Letaknya ada di dalam hati sanubari di bawah susu yang kiri kira- kira dua jari.Tabiatnya acuh, senang memuji diri, pamer, senang mencari aibnya orang lain,senang menganiaya, berdusta, pura-pura tidak tahu kewajiban.

3. Nafsu Mulhimah . Tempatnya kira-kira dua jari kearah susu yang kanan dari tengah dada. Tabiatnya suka memberi, sederhana, menerima apa adanya, belas kasih, lemah lembut, merendahkan diri, taubat, sabar dan tahan menghadapi kesulitan serta siap menanggung betapa berat dan lelahnya melaksakan kewajiban.

4.Nafsu Muthmainnah. Tempatnya di dalam rasa kira-kira dua jari ke arah susu kiri dari tengah-tengah dada. Tabiatnya senang bersedekah, tawakkal, senang ibadah, senang bersyukur kepada Tuhan, ridha kepada hukum ketentuan Allah dan takut kepada Allah.

5. Nafsu Radhiyah . Tempatnya di dalam hati nurani dan di seluruh jasad. Tabiatnya pribadi yang mulia, zuhud, lkhlas, waro, riyadhah, dan menepati janji.

6. Nafsu Mardhiyah . Tempatnya di alam yang samar, mengarah kira-kira dua jari ketengah dada. Tabiatnya bagusnya budi pekerti, bersih dari segala dosa, senang mengajak dan memberi nasehat kepada semua makhluk.

7. Nafsu Kamilah. Tempatnya di alam yang sangat samar. Mengarah di kedalaman dada yang paling dalam. Tabiatnya: Ilmu- yakin, Ainul-yakin dan Haqqul- yakin. Sebagaimana diterangkan di atas, bahwa meskipun nafsu mulhimah sama dengan nafsu kamilah yang tabiatnya bagus- bagus, luhur dan mulia, namun tetap harus bersandar kepada Guru Wasithah dalam mengamalkannya. Karena telah jelas disepakati oleh para ulama ahlulh bathin bahwa : “ LA BIWUSHUULI ILAIHI ILLA BI WAASITHATIN”. ( Tidak akan dapat sampai dengan selamat bertemu dengan Allah Dzat Yang maha Ghaib apabila tidak dengan Wasithah perantara ).

Wallohu a’lam

Suatu hari Rosulullah Saw menangis

Suatu hari Rosulullah Saw
menangis dan Para sahabat
bertanya : "Apa yg membuatMu
menangis ya Rosulullah..?

Beliau menjawab : "Aku
merindukan saudara-saudaraku"

Para sahabat bertanya :
"Bukankah kami adalah saudara
sodaraMu ya Rosulullah..?

Beliau menjawab:
"Bukan,kalian adalah sahabatku.
Saudaraku adalah suatu kaum yg
datang setelah wafatku,mereka
beriman kepadaku padahal
mereka tidak pernah melihatku"

Dalam riwayat lain dikatakan Nabi
SAW bersabda : "Beruntung bagi
siapa saja yg bisa melihat wajahku
kemudian ia beriman kepadaku..!!"

Para sahabat bertanya : "Ya
Rosulallah, bagaimana nanti
umatmu yg mereka belum pernah
melihat wajahmu akan tetapi
mereka beriman kepadaMu..??"

Nabi SAW menjawab beruntung,
mengulang sampai 3x. untuk
umatnya yg belum pernah melihat
wajahnya tapi beriman kepadanya.

Tanamkan kecinta'an kepada Nabi
SAW dan tanamkan iman tauhid
melalui wasilah kecinta'an kita
kepada Nabi SAW, agar kita
senantiasa mendapatkan
kerinduan dari Nabi SAW..
Solluuu alannabi...

Jangan lupa,
Klik LIKE & SHARE ya Sobat
Semoga kita termasuk org yg di
rindukan Rasul saw. Karena kita
telah merindukan beliau.
Aamiin...

Hukum Gosok Gigi Saat Puasa

Apakah gosok gigi, terlebih jika sampai gusi berdarah, dapat membatalkan puasa?

Berpuasa seringkali menyisakan bau mulut yang kurang nyaman bila tercium oleh orang lain. Itulah sebabnya tidak sedikit orang yang terdorong untuk gosok gigi karenanya. Memang, gosok gigi sangat dianjurkan dalam setiap keadaan. Hal ini sesuai dengan beberapa hadits berikut ini.

Hadis dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya kuperintahkan mereka untuk gosok gigi setiap hendak shalat." (HR. Bukhari). Sementara, hadits dari A'isyah radliallahu 'anha, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bersiwak bisa membersihkan mulut dan mendatangkan ridha Allah." (HR. Nasa'i dan dishahihkan al-Albani)

Hadis tersebut merupakan dalil tentang pentingnya gosok gigi (bersiwak) dalam setiap keadaan. Lalu, bagaimana hukumnya gosok gigi pada saat sedang berpuasa?

Imam Al-Bukhari mengatakan, boleh bersiwak dengan siwak basah atau kering bagi orang yang puasa. Kemudian beliau membawakan riwayat dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap wudhu.' Al-Bukhari mengatakan, 'Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengecualikan untuk orang yang puasa.'. Atha' dan Qatadah keduanya adalah tabi'in mengatakan, 'Orang puasa boleh menelan ludahnya.' (Shahih Bukhari)

Sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Aku pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersiwak beberapa kali hingga tidak dapat kuhitung banyaknya, meskipun saat itu beliau sedang berpuasa."

Hadits tersebut menegaskan bahwa gosok gigi itu disunnahkan, baik bagi orang yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa. Namun dengan tetap menjaga agar jangan terlalu kasar (tergesa-gesa) ketika gosok gigi karena bisa melukai mulut dan menyebabkan keluarnya darah. Jika terjadi demikian, maka wajib bagi yang bersangkutan untuk mengeluarkan darah tersebut dari dalam mulutnya.

Banyak ulama yang memakruhkan gosok gigi bagi orang yang berpuasa setelah waktu zawal (tergelincirnya matahari ke barat). Mereka berpendapat demikian karena gosok menyebabkan hilangnya bau mulut yang baunya di sisi Allah bagaikan wangi misk. Para ulama yang meneliti lebih jauh menguatkan pendapat bahwa bersiwak saat berpuasa tidaklah makruh, bahkan dianjurkan untuk bersiwak di pagi dan sore hari.

Adapun jika gosok gigi dengan menggunakan odol yang memiliki rasa, maka wajib bagi yang bersangkutan untuk membuang ludah atau menyeka dengan sapu tangan. Jika dengan sengaja menelan sesuatu dan mengecap rasanya, maka puasanya batal. Dalam hal menggunakan odol, Syaikh Ibn Utsaimin menjelaskan bahwa menggunakan odol atau pasta gigi bagi orang yang puasa tidak lepas dari salah satu di antara dua keadaan.

Pertama, odol yang rasanya sangat kuat, hingga pengaruhnya sampai ke dalam, sementara pengguna tidak mungkin menghindari kuatnya rasa hingga masuk ke dalam. Jenis odol seperti ini tidak boleh dipergunakan karena bisa menyebabkan batal puasanya. Kedua, odol yang rasanya tidak terlalu kuat, sehingga memungkinkan bagi pengguna untuk berhati-hati maka diperbolehkan untuk digunakan, mengingat bagian dalam mulut itu dihukumi sebagaimana bagian luar tubuh. Oleh karena itu, seseorang boleh berkumur dan itu tidak mempengaruhi puasanya. (Majmu' Fatata Jilid XIX, Bab: Hal-hal yang dimakruhkan dan dianjurkan). Wallahu a'lam bis-shawab.