Senin, 25 November 2013

Keutamaan Surat al-waqi’ah, al-mulk dan ar rahman

Surat Al-Waqi’ah :
- Ubay bin ka’b berkata bahwa Rasullulah saw bersabda:” barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.”
- Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasullulah saw bersabda”barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah,ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya”
- Imam Ja’far Ash- Shadiq berkata :”barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam jum’at ,ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia,tidak melihat kesengsaraan, kefakiran,kebutuhan,dan penyakit dunia,surat ini adalah bagian dari sahabatAmirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewan yang tidak tertandingi oleh yang lain.”
- Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa)berkata: “barang siapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalahsurat Al-Waqi’ah; dan barang siapa yang ingin melihat sifat neraka,maka bacalah surat As-Sajadah.”
- Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:”barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur,ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.”
Surat Al-Mulk:
- Ibnu Abbas berkata:” Pada suatu hari ada seseorang menghampar jubahnya di atas kuburan dan dan ia tidak tahu bahwa tempat itu adalah kuburan, ia membaca surat Al-Mulk, kemudian ia mendengar suara jeritan dari dalam kuburan itu: inilah yang menyelamatkan aku. Kemudian kejadian itu diceriterakan kepada Rasullulah SAW,lalu beliau bersabda : surat Al-Mulk dapat menyelamatkan penghuni kubur dari azab kubur.”
- Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:”surat Al-Mulk adalah penghalang dari siksa kubur, surat ini termaktub di dalam taurat, barang siapa yang membacanya di malam hari ia akan memperoleh banyak manfaat dan kebaikan. Sungguh aku membacanya dalam shalat sunnah sesudah Isya’ dalam keadaan duduk. Ayahku membacanya pada sian dan malam. Barang siapa yang membacanya, maka ketika malaikat Munkar dan Nakir akan masuk ke kuburnya dari arah kedua kakinya, kedua kakinya berkata kepada mereka: kalian tidak ada jalan kearahku, karena hamba ini berpijak kepadaku lalu ia membaca surat Al-Mulk pada siang dan malam hari; ketika mereka datang kepadanya dari rongganya, rongganya berkata kepada mereka: kalian tidak ada jalan kearahku, karena hamba ini telah menjagaku dengan surat Al-Mulk; ketika mereka datang kepadanya dari arah lisannya, lisannya berkaya kepada mereka: kalian tidak ada jalan ke arahku, karena hamba ini telah membaca surat Al-Mulk setiap siang dan malam denganku.”
- Imam Muhammad Al-Baqir (sa) :” bacalah surat Al-Mulk, karena surat ini menjadi penyelamat dari siksa kubur.”
Surat Ar-Rahman:
- Rasullulah SAW bersabda :”barang siapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan kepadanya.”
- Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa):” barang siapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat”Fabiayyi alai Rabbikuma tukadzdziban”ia mengucapkan “La bisyay-in min alaika rabbi akadzibu (tidak ada satupun nikmat-Mu duhai tuhanku yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam dan siang hari kemudian ia mati,maka matinya seperti matinya orang yang syahid.

Ternyata benar, Filter Rokok memang mengandung darah Babi

Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT), DR Hakim Sarimuda Pohan, mengungkapkan bahwa dalam filter rokok yang banyak digunakan di Indonesia terkandung bahan yang berasal dari darah babi.

Hemoglobin atau protein darah babi digunakan dalam filter rokok untuk menyaring racun kimia agar tidak masuk ke dalam paru-paru perokok, kata Hakim saat menjadi pembicara dalam dialog bahaya merokok bagi kehidupan berbangsa di Balaikota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu.

Ia meyakini bahwa filter yang digunakan untuk rokok yang beredar di Indonesia merupakan filter impor yang mengandung komponen dari darah babi. Menurutnya, semua itu diketahui setelah adanya pernyataan yang diungkapkan ahli dari Australia atau Profesor Kesehatan Masyarakat dari Universitas Sydney, Simon Chapman.

Profesor di Australia memperingatkan kelompok agama tertentu terkait dugaan adanya kandungan sel darah babi pada filter rokok. Profesor Simon Chapman menyatakan itu merujuk pada penelitian di Belanda yang mengungkap bahwa 185 perusahaan berbeda menggunakan hemoglobin babi sebagai bahan pembuat filter rokok.

Menurut Hakim, sudah selayaknya umat Muslim yang mayoritas di Indonesia ini menjauhi barang yang nyata-nyata dilarang agama tersebut. Bukan hanya kaum Muslim, tetapi kaum Yahudi juga melarang pemanfaatan babi untuk keperluan seperti itu, tambahnya dalam dialog dalam rangkaian sosialisasi peraturan daerah (Perda) yang melarang merokok di tempat tertentu.

Dalam dialog yang dihadiri ratusan peserta dari kalangan PNS, pengelola hotel, restoran, dan pengelola tempat-tempat umum tersebut juga dihadiri Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin dengan moderator Kepala Dinas Kesehatan setempat, drg Diah R Praswasti.

Dalam dialog tersebut dilangsungkan dengan tanya jawab yang antara lain disarankan perlunya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan merokok.

Jika di anggap berguna mohon sebarkan articel ini jazakallahukhair.

HARI HARI MENURUT PANDANGAN ISLAM

1. AHAD.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA:
Rosulullah ditanya tentang hari ahad.
Rosulullah menjawab: Hari ahad adalah
hari bercocok tanam dan meramaikan/
membangun ('imaraoh).
Rosul ditanya kenapa begitu ya Rosulallah?
Beliau menjawab: Karna Allah memulai
dunia dihari minggu dan meramaikan-nya.
2. SENIN.
Imam Anas bin Malik RA: Rosulullah
ditanya tentang hari senin.
Beliau menjawab:
Hari Senin adalah hari bepergian dan
berdagang.
Rosul ditanya kenapa begitu ya Rosulallah?
Beliau menjawab: Karna Nabi Syits AS
pergi berdagang pada hari senin dan
beruntung dlm perdagangan-nya.
Kejadian2 di hari senin:
- Nabi Idris AS naik ke langit hari senin.
- Nabi Musa AS pergi kegunung thur hari
senin.
- Turunnya dalil wahdaniyat-nya Allah
pada hari senin.
- Lahirnya Rosulullah pada hari senin.
- Pertama turun nya Malaikat Jibril pada
Rosulullah hari senin.
- Diperlihatkan amal2 umat pada
Rosulullah dihari senin.
- Wafat Rosulullah SAW pada hari senin.
3. SELASA.
Imam Anas bin Malik RA meriwayatkan:
Rosulullah ditanya tentang hari selasa.
Beliau menjawab:
Hari selasa adalah hari berdarah.
Rosul ditanya: mengapa begitu ya
Rosulallah?
Beliau menjawab:
Karena pada hari itu haid Siti Hawa dan
anak adam membunuh saudaranya.
Kejadian2 pembunuhan dihari selasa:
- Dibunuhnya Nabi Jirjis AS.
- Dibunuhnya Nabi Yahya AS.
- Nabi Zakaria AS.
- Ahli sihir fir'aun.
- Asiah binti Muzahim istri fir'aun.
- Habil bin Adam AS.
4. RABU.
Imam Anas bin Malik RA meriwayatkan:
Rosulullah ditanya tentang hari rabu.
Beliau menjawab:
Hari rabu adalah hari nahas/apes yg
langgeng.
Beliau ditanya: Kenapa begitu Ya
Rosulallah?
Beliau menjawab:
Allah menenggelamkan fir'aun dan
kaumnya pada hari rabu. Dan
menghancurkan kaum 'Ad dan Tsamud
kaum Nabi Sholih AS.
Kejadian kaum2 yg dihancurkan dihari
rabu:
- 'Auj bin Unuq dihancurkan dgn burung
hudhud.
- Qorun ditenggelamkan dlm tanah.
- Fir'aun dan tentaranya dgn laut.
- Namrudz dgn nyamuk.
- Kaum Nabi Luth AS dgn kerikil.
- Syidad bin 'Aad dgn jeritan Malaikat Jibrlil
AS.
5. KAMIS.
Imam Anas bin Malik meriwayatkan:
Rosulullah ditanya tentang hari kamis.
Beliau menjawab:
Hari untuk meluluskan hajat.
Rosul ditanya: kenapa begitu ya
Rosulallah?
Beliau menjawab:
Karena pada hari itu Nabi Ibrohim AS
menemui raja mesir dan ia mengabulkan
hajat Nabi Ibrohim dan memberinya Siti
Hajar.
Kejadian2 dihari kamis:
- Nabi Ibrohim menemui raja mesir dan
mendapatkan Siti Hajar
- Keluar penjaranya pemberi air minum
dan mendapatkan keselamatan dari raja
(Kisah Nabi Yusuf AS)
- Berkunjung-nya saudara2 Nabi Yusuf
padanya
- Masuknya Bunyamin AS ke kota dan
bertemu Nabi Yusuf AS
- Masuknya Nabi Ya'qub ke kota dan
mendapat keamanan
- Masuknya Nabi Musa ke kota dan
bertemu kaum Qibthy
- Masuknya Rosulullah ke kota Makkah
dan menemukan pembukaan dan
pertolongan (fathu Makkah).
6. JUM'AT.
Imam Anas bin Malik meriwayatkan:
Rosulullah ditanya tentang hari jum'at.
Beliau menjawab:
Hari jum'at adalah hari menyambungkan
(shillah) dan pernikahan.
Rosul ditanya: kenapa begitu ya
Rosulallah?
Rosul menjawab:
Karna para Nabi melakukan pernikahan
pada hari jum'at.
Pernikahan2 di hari jum'at:
- Nabi Adam dan Hawa
- Nabi Yusuf dan Zulaikha
- Nabi Musa dan Shofura'
- Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis
- Nabi Muhamad dan Khodijah al-Kubro
- Nabi Muhamad dan 'Aisyah
- 'Ali bin Abi Tholib dan Fathimah az-
Zahra.
7. SABTU.
Imam Anas bin Malik RA meriwayatkan:
Rosulullah ditanya tentang hari sabtu.
Beliau menjawab:
Hari sabtu adalah hari tipu daya.
Para Sahabat bertanya: kenapa begitu ya
Rosulullah?
Rosul menjawab:
Pada hari itu kaum Quraisy berkumpul dan
menipu di daru-nadwah.
Rosulullah SAW tidak menganggap hari
sabtu adalah hari tipun tapi Rosul
menamainya demikian karna ada tujuh
golongan yg menipu daya terhadap
golongan laini pada hari itu.
- Kaum Nabi Nuh mencoba menipu Nabi
Nuh hingga di siksa dgn topan.
- Kaum Nabi Sholih mencoba menipu Nabi
Sholih hingga di turunkan azab.
- Saudara2 Yusuf menipu daya Nabi Yusuf
- Kaum Nabi Musa mencoba menipu Nabi
Musa hingga diturunkan azab.
- Kaum Nabi Isa mencoba menipu Nabi Isa
hingga turun azab
- Kaum Quraisy mencoba menipu
Rosulullah hingga turun azab.
- Bani Israil mempermainkan larangan
Allah mencari ikan di hari sabtu.
Wallahu 'alam bishowab.
Sumber: as-Sab'iyat fi mau'idzil-bariyat.
Syaik Imam Abu Nashor al-Hamdani.
Hamisy Al-Majalisus-Saniyah

Rasulullah dan Jeruk Limau

Suatu hari Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam didatangi oleh seorang wanita kafir.

Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam seulas demi seulas dengan tersenyum.

Biasanya Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda.

Sahabat-sahabat agak heran dengan sikap Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam itu. Lalu mereka bertanya.

Dengan tersenyum Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam menjelaskan “Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada di antara kalian yang akan mengenyitkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab itu saya habiskan semuanya.”

Begitulah akhlak Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam. Baginda tidak akan memperkecil-kec ilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula.

Wanita kafir itu pulang dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-main kan Rasulullah dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu. Malangnya tidak berjaya. Rancangannya di’tewas’kan oleh akhlak mulia Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam.

Semoga kita bisa memaknai cerita ini dan bisa untuk terus berbenah diri. Aamiin

Subhanallah..

OOH.. JAMAAH, ASTAGHFIRULLAAH

Disebuah ceramah ada seorang Ustadz bertanya kepada Jama'ahnya, apakah kalian ingin masuk surga ? Semua Jama'ah menjawab dengan antusias, Yaaa. Ustadz bertanya lagi, Apakah kalian ingin mati hari ini?. Tidak ada satupun yang menjawab, atau bahkan seorangpun tidak ingin mati, suasana hening antara mereka satu sama lain banyak yang saling berpandangan senyum-senyum lalu menunduk. Dengan tersenyum, Ustadz itu berkata, Lalu bagaimana kita akan pergi ke surga, jika kita tidak pernah mati. Ustadz melanjutkan dan bertanya :

Apakah kalian ingin saya berdo'a untuk panjangnya hidup kalian ?

Dengan antusias Jama'ah menjawab, Yaaa..

Ustadz bertanya lagi, Berapa lama kalian ingin hidup? seratus tahun? dua ratus atau bahkan seribu tahun?

Bahkan orang-orang yang berusia 80 tahun sudah tampak aneh bagi kebanyakan orang, apalagi mereka yang berusia lebih dari seratus tahun.

Pertanyaan belum berakhir, Ustadz masih mengajukan pertanyaan,

Apakah kalian mencintai Allah?

Jawaban para Jama'ah tentu saja, Yaaa...

Ustadz mengatakan, Biasanya ketika seseorang jatuh cinta, dia akan selalu rindu untuk bertemu dengan kekasihnya, tidakkah kalian rindu untuk bertemu dengan Allah?

Semua diam, tidak ada yang menjawab.

Kebanyakan dari kita merasa ngeri membicarakan kematian. Melupakan pembicaraan tentang itu, bahkan kita tidak berani membayangkannya. Hal itu karena kita tidak mempersiapkan untuk peristiwa setelah kematian (akhirat).

Siap atau siap, kematian dengan pasti akan datang menyambut kita. Daripada selalu mengelak, alangkah lebih baik mulai sekarang kita berusaha untuk mempersiapkannya diri-diri kita untuk menghadapi kematian.

Didalam Al Quran Allah SWT Berfirman yang artinya :

Tiap-tiap yang berJiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. Al Anbiyaa: 35)

Di mana saja kamu berada, niscaya kematian akan menemukanmu, walaupun kamu bersembunyi di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh." (QS. An-Nisa`: 78)

Yaa Allah berilah kami ampunan, terimalah amal ibadah kami, bimbinglah kami, Aamiin.. Yaa Robb.

Silahkan Klik "SUKA" dan "BAGIKAN", Jika dinilai baik & bermanfaat bagi sahabat semua. Semoga menjadi kebaikan Kita semua.

(Cantumkan jika ada doa khusus untuk ibu dan juga doa yang lainnya, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin

Hadits tentang Perkawinan (bagian 1)

1. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak. (HR. Abu Dawud)
2. Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah kawin. Sesungguhnya perkawinan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tapi barangsiapa yang belum mampu hendaklah dia berpuasa karena (puasa itu) benteng (penjagaan) baginya. (HR. Bukhari)
3. Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)
4. Rasulullah Saw melarang laki-laki yang menolak kawin (sebagai alasan) untuk beralih kepada ibadah melulu. (HR. Bukhari)
5. Apabila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agamanya dan akhlaknya maka kawinkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
6. Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah benda (perhiasan) dan sebaik-baik benda (perhiasan) adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)
7. Rasulullah Saw bersabda kepada Ali Ra: “Hai Ali, ada tiga perkara yang janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba waktunya, jenazah bila sudah siap penguburannya, dan wanita (gadis atau janda) bila menemukan laki-laki sepadan yang meminangnya.” (HR. Ahmad)
8. Diharamkan dari penyusuan apa yang diharamkan dari keturunan (nasab). (HR. Bukhari)
Penjelasan:
Larangan hukum yang dikenakan terhadap nasab seperti hukum pernikahan, warisan, dan lain-lain berlaku juga terhadap anak atau saudara sesusu.
9. Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)
10. Janganlah seseorang membeli (menawar) di atas penawaran saudaranya dan jangan meminang di atas peminangan saudaranya, kecuali jika saudaranya mengijinkannya. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
11. Barangsiapa mengawini seorang wanita karena memandang kedudukannya maka Allah akan menambah baginya kerendahan, dan barangsiapa mengawini wanita karena memandang harta-bendanya maka Allah akan menambah baginya kemelaratan, dan barangsiapa mengawininya karena memandang keturunannya maka Allah akan menambah baginya kehinaan, tetapi barangsiapa mengawini seorang wanita karena bermaksud ingin meredam gejolak mata dan menjaga kesucian seksualnya atau ingin mendekatkan ikatan kekeluargaan maka Allah akan memberkahinya bagi isterinya dan memberkahi isterinya baginya. (HR. Bukhari)
12. Seorang janda yang akan dinikahi harus diajak bermusyawarah dan bila seorang gadis maka harus seijinnya (persetujuannya), dan tanda persetujuan seorang gadis ialah diam (ketika ditanya). (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Penjelasan:
Diamnya seorang gadis adalah tanda setuju sebab gadis lebih banyak malu ketimbang janda.
13. Kawinilah gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih sedap mulutnya dan lebih banyak melahirkan serta lebih rela menerima (pemberian) yang sedikit. (HR. Ath-Thabrani)
14. Sebaik-baik wanita ialah yang paling ringan mas kawinnya. (HR. Ath-Thabrani)
15. Allah ‘Azza wajalla berfirman (dalam hadits Qudsi): “Apabila Aku menginginkan untuk menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat bagi seorang muslim maka Aku jadikan hatinya khusyuk dan lidahnya banyak berzikir. Tubuhnya sabar dalam menghadapi penderitaan dan Aku jodohkan dia dengan seorang isteri mukminah yang menyenangkannya bila ia memandangnya, dapat menjaga kehormatan dirinya, dan memelihara harta suaminya bila suaminya sedang tidak bersamanya. (HR. Ath-Thahawi)
16. Tiada sah pernikahan kecuali dengan (hadirnya) wali dan dua orang saksi dan dengan mahar (mas kawin) sedikit maupun banyak. (HR. Ath-Thabrani)
17. Barangsiapa menjanjikan pemberian mas kawin kepada seorang wanita dan berniat untuk tidak menepatinya maka dia akan berjumpa dengan Allah Ta’ala sebagai seorang pezina. Barangsiapa berhutang tetapi sudah berniat untuk tidak melunasi hutangnya maka dia akan menghadap Allah ‘Azza wajalla sebagai seorang pencuri. (HR. Ath-Thabrani)
18. Janganlah seorang isteri memuji-muji wanita lain di hadapan suaminya sehingga terbayang bagi suaminya seolah-olah dia melihat wanita itu. (HR. Bukhari)
19. Janganlah seorang isteri minta cerai dari suaminya tanpa alasan (sebab yang dibenarkan), niscaya dia tidak akan mencium bau surga yang baunya dapat dirasakan pada jarak tempuh empat puluh tahun. (HR. Ibnu Majah)
20. Seorang isteri yang ketika suaminya wafat meridhoinya maka dia (isteri itu) akan masuk surga. (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

Jumat, 18 Oktober 2013

Ternyata Hewan Qurban Tidak Merasa Sakit Ketika Di Sembelih

Hewan Qurban Tidak Merasa Sakit Ketika di Sembelih.

Ane tertarik dengan pembahasan ini karena mungkin semua banyak yang menduga kalau binatang qurban kesakitan saat disembelih. Padahal tidak sama sekali. Beberapa ilmuwan Barat membuktikannya.


Benarkan para binatang yang disembelih itu merasakan sakit??


Logikanya, kulit kita saja sakit ketika tergores, apalagi disembelih.

Ternyata sebuah penelitian menunjukan jawaban yang mengejutkan bahwa binatang yang disembelih secara syariat islam tidak merasakan sakit sama sekali.

Penelitian ini dilakukan oleh dua orang staff peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman, yaitu Prof Wilhelm schulze dan koleganya Dr. Hazim , keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur unk menjawab pertanyaan :


Manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit ??


1. Menyembelih secara syariat islam yang murni/menggunakan pisau tajam (tanpa proses pemingsanan)??

2. Menyembelih dengan cara barat dengan pemingsanan/dipukul kepalanya??

Keduanya merancang penelitian sangat canggih, menggunakan sekelompok sapi yang cukup umur (dewasa).

Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elekroda (microchip) yang disebut Electro Encephalograph (EEG). EEG dipasang dipermukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit ketika disembelih.

Dijantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG dan ECG yang telah terpasang ditubuhnya selama beberapa minggu, setelah adaptasi dianggap cukup maka separuh sapi disembelih sesuai syariat islam yang murni, dan sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi barat.

Dalam syariat islam penyembelihan dilakukan dengan pisau yang tajam, dengan memotong 3 saluran pada leher, yaitu : saluran makan, saluran napas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu arteri karotis & vena jugularis

Syariat islam tidak merekomendasikan metode pemingsanan sebaliknya metode barat justru mengajarkan bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

Dari hasil penelitian prof Schultz & Dr Hazim di Hannover University Jerman dpt diperoleh kesimpulan bahwa :


Penyembelihan menurut syariat islam/menggunakan pisau tajam menunjukan :


Pertama : Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus) tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG, hal ini berarti pada 3 detik pertama setelah disembelih tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua : pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yg sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak), hingga sapi2 itu benar-benar kehilangan kesadaran
Pada saat tersebut tercatat pula ECG bahwa jantung mulai meningkatkan aktivitasnya.

Ketiga : Setelah 6 detik pertama ECG pada jantung merekam adanya aktifitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar.

Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yg terputus dibagian leher, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampe zero level (angka nol)
Hal ini diterjemah oleh kedua ahli itu bahwa "No Feeling of pain at all!" (tidak ada rasa sakit sama sekali)

Keempat : Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan "healthy meat" (daging yg sehat)

Jenis daging dari hasil sembelih semacam ini sangat sesuai prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.



Secara Pemingsanan/Dibius/disetrum/dipukul kepalanya cara Barat :


Pertama : Setelah dilakukan proses Stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh & collaps (roboh), setelah itu sapi tidak bergerak lagi, sehingga mudah dikendalikan, Oleh karena itu sapi dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta dan tampaknya tanpa mengalami rasa sakit. Pada saat disembelih darah yang keluar hanya sedikit tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan)

Kedua : Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG.. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan)

Media pemingsanan yg digunakan :
Setrum, bius, maupun dengan cara yang mereka anggap paling baik memukul bagian tertentu di kepala ternak dengan alat tertentu pula. Alat yang digunakan adalah Captive Bolt Pistol (CBV)

Ketiga : grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop kebatas paling bawah, akibatnya jantung kehilangan kemampuan untuk menarik darah dari seluruh organ tubuh serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat : Karena darah tidak tertarik & tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itupun membeku di dalam urat/pembuluh darah dalam daging sehingga dihasilkan "unhealthy meat" (daging yang tidak sehat) dengan demikian menjadi tidak layak dikonsumsi oleh manusia.

Timbunan darah beku yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih merupakan tempat atau media sangat baik bagi tumbuh kembangnya bakteri pembusuk yg dapat merusak kwalitas daging.

Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukannya ekspresi rasa sakit. Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya. Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakian kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka pastilah disertai rasa sakit & nyeri, terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar.

Hasil penelitian Prof Schultz dan Dr Hazim justru membuktikan sebaliknya. Yakni pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah "menyentuh" saraf rasa sakit.

Oleh karena itu, keduanya menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekpresi rasa sakit, melainkan sebagai ekpresi 'keterkejutan otot dan saraf' saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras), mengapa demikian ?? hal ini tentulah tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena EEG tidak membuktikan, juga tidak menunjukan adanya rasa sakit.

Nah, jelas bukan, bahwa secara ilmiah ternyata penyembelihan secara syariat Islam ternyata lebih maslahat. Apalagi ditambah dengan anjuran untuk menajamkan pisau untuk mengurangi rasa sakit hewan sembelihan.

Sabda Nabi "Sesungguhnya Allah menetapkan ihsan (kebaikan) pada segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh hendaklah kalian berbuat ihsan dalam membunuh, dan apabila kalian menyembelih maka hendaklah berbuat ihsan dalam menyembelih. (Yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang disembelih."

Sekian uraian ini apabila ada kesalahan dalam penyampaian mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya.

Semoga kita semua dapat sama-sama mengambil hikmah dan manfaatnya dari bacaan ini, amin...