Pada Suatu hari ada seorang perempuan Arab yang sangat cantik dan terkenal. Semua pemuda ingin melamarnya. Namun, perempuan cantik itu belum juga memutuskan dengan siapa dia akan menikah. Dia merasa tidak ada satu pemuda pun yang pantas bersanding dengannya.
Semakin lama, perempuan cantik itu semakin bangga dengan kecantikannya. Iasemakin menyepelekan setiap pemuda yang datang kepadanya.
"Aku hanya ingin menikah dengan pemuda setampan Nabi Yusuf," katanya.
Perempuan cantik itu kemudian memutuskan untuk mencari pemuda setampan Nabi Yusuf. Suatu hari, dia berjalan ke sebuah kota yang sangat ramai. Di tengah peijalanan, dia bertemu dengan seorang nenek tua. Akhirnya, dia berjalan bersama nenek itu.
"Nenek tua, apakah kau bisa membantuku menemukan pemuda setampan Nabi Yusuf yang akan menjadi suamiku?" tanya si perempuan cantik.
Si nenek tua menatapnya. "Hai perempuan cantik, apakah kau sudah pernah melihat ketampanan Nabi Yusuf?"
Perempuan cantik itu menggeleng.
Si nenek tua kembali bertanya, "Jika begitu, bagaimana kau bisa mendapatkan lelaki yang setampan dia, sedangkan kau belum pernah melihatnya?"
Perempuan cantik itu diam saja mendengar pertanyaan si nenek.
Keduanya berjalan beriringan. Mereka melewati sebuah kampung. Kampung itu terlihat sangat subur dan hijau.
Perempuan cantik bertanya, "Menurut nenek, apakah di kampung ini ada pemuda setampan Nabi Yusuf yang akan menjadi suamiku?"
"Pertanyaanmu aneh sekali. Aku saja baru melewati kampung ini dan aku tidak tahu apakah ada pemuda tampan di sini. Tapi menurutku, semua pemuda itu tampan. Bukankah kau tidak tahu setampan apa Nabi Yusuf?" tanya si nenek.
Perempuan cantik itu hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan nenek tua. Mereka kembali meneruskan perjalanan. Baru setengah perjalanan, mereka bertemu dengan sekumpulan pemuda yang sedang berburu.
Si perempuan berbisik, "Apakah di antara pemuda itu ada yang setampan Nabi Yusuf?"
Nenek menjawab, ``Aku semakin tidak mengerti dengan keinginanmu, perempuan cantik. Bukankah semua pemuda itu tampan? Aku lihat, mereka banyak yang menyukaimu. Cepatlah memilih dan menikah."
Perempuan cantik itu diam dan tidak menjawab sepatah kata pun mengenai komentar si nenek. Lalu mereka terus melanjutkan perjalanan demi perjalanan sampai bertahun-tahun hingga akhirnya sampailah keduanya di sebuah hamparan tanah luas nan gersang.
"Nenek, bagaimana mungkin aku dapat menemukan pemuda setampan Nabi Yusuf di hamparan gersang ini?" tanya si perempuan cantik.
Nenek memandangnya, "Jikapun ada pemuda tampan di sini, mereka tentu takkan menoleh kepadamu. Wajahmu tak lagi cantik dan kau sudah menua," kata si nenek sambil mengeluarkan sebuah cermin.
Tanpa disadari, si perempuan cantik itu kini sudah menjadi tua. Perjalanan yang dilakukan dengan si nenek telah memakan waktu puluhan tahun dan menyedot kecantikannya. Ternyata, si nenek adalah malaikat yang berusaha menyadarkan perempuan itu.
... "Jika ada yang menunda suatu pernikahan hanya karena ingin mencari sosok impian yang ideal menurutnya sendiri, berhati-hatilah karena bisa jadi dia akan kehilangan semuanya. Allah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan." ...
Semoga ALLAH memberikan jodoh bagi siapa yang belum mempunyai jodoh, yang sholeh/sholehah, yang mencintai ALLAH dan Rasul-Nya, dan paham terhadap al-Qur'an, sehingga bisa membimbing anak-anaknya menuju kepada ALLAH. Aamiin
Minggu, 19 Januari 2014
KISAH RASULULLAH SAW MENCIUM TANGAN YANG TIDAK AKAN PERNAH DISENTUH API NERAKA SELAMANYA
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah Saw baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.
Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.
Sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?"
Si tukang batu menjawab, "Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar."
Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasulpun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda,
"Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada", 'inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya'.
***
Rasulullah Saw tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para Pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun.
Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.
Suatu ketika seorang laki-laki melintas di hadapan Rasulullah. Orang itu di kenal sebagai pekerja yang giat dan tangkas. Para sahabat kemudian berkata, ..
“Wahai Rasulullah, andai bekerja seperti dilakukan orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah (Fi sabilillah), maka alangkah baiknya.”
Mendengar itu Rasul Saw pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu fi sabilillah.” (HR Thabrani)
***
Orang-orang yang pasif dan malas bekerja, sesungguhnya tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian dari harga dirinya, yang lebih jauh mengakibatkan kehidupannya menjadi mundur. Rasulullah amat prihatin terhadap para pemalas.
”Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al-Jumu’ah 10)
”Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi ini”. (QS Nuh19-20)
***
”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)
”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)
”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud, selalu makan dan hasil usahanya”. (HR. Bukhari)
”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)
”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad)
Wallahu a'lam bishshawab, ..
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik ....
Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.
Sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?"
Si tukang batu menjawab, "Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar."
Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasulpun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda,
"Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada", 'inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya'.
***
Rasulullah Saw tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para Pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun.
Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.
Suatu ketika seorang laki-laki melintas di hadapan Rasulullah. Orang itu di kenal sebagai pekerja yang giat dan tangkas. Para sahabat kemudian berkata, ..
“Wahai Rasulullah, andai bekerja seperti dilakukan orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah (Fi sabilillah), maka alangkah baiknya.”
Mendengar itu Rasul Saw pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu fi sabilillah.” (HR Thabrani)
***
Orang-orang yang pasif dan malas bekerja, sesungguhnya tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian dari harga dirinya, yang lebih jauh mengakibatkan kehidupannya menjadi mundur. Rasulullah amat prihatin terhadap para pemalas.
”Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al-Jumu’ah 10)
”Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi ini”. (QS Nuh19-20)
***
”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)
”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)
”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud, selalu makan dan hasil usahanya”. (HR. Bukhari)
”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)
”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad)
Wallahu a'lam bishshawab, ..
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik ....
PERMAINAN MENEGANGKAN!
Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berkeluarga dan meminta 1 orang maju kedepan.
Dosen : " Tulis 10 nama yang paling dekat dengan anda" Lalu mahasiswa tersebut menuliskan 10 nama, disana ada nama tetangga, orang tua, teman kerja, sahabat, anak dan juga istri nya serta seterusnya.
Dosen : Sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya anda ingin hidup terus bersamanya. Mahasiswa itu menghapus 3 nama yang ditulisnya tadi.
Dosen : Hapus 2 nama lagi,sehingga tinggal lah 5 nama lagi yang ada di papan tersebut.
Dosen : "Hapus 2 nama lagi", maka tersisalah 3 nama, yaitu nama orang tua, anak dan istri nya. Suasana kelas menjadi hening, mereka berfikir semua sudah selesai dan tak ada lagi yang harus dipilih.
Tiba-tiba dosen berkata : "silahkan coret 1 nama lagi!", Mahasiswa itu perlahan mulai mengambil keputusan yang sulit dan menghapus nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen : Silahkan pilih 1 nama lagi!.
Mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mulai menghapus nama anaknya dan mahasiswa itu pun menangis.
Setelah suasana tenang, sang dosen bertanya kepada mahasiswa itu. :" kenapa kau tidak memilih orang tuamu yang telah melahirkan dan membesarkanmu, tidak juga memilih anak yang darah daging anda sendiri, sedangkan istri itu dapat kau cari lagi.
Semua orang di dalam kelas tersebut terpana menunggu jawaban dari Mahasiswa tersebut. Lalu sang Mahasiswa
menjawab " Seiring waktu berlalu, orang tua saya akan pergi dan meninggalkan saya, sedangkan anak jika sudah
dewasa lalu menikah , setelah itu juga pasti akan meninggalkan saya.
Sedangkan yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya.
Orang tua dan anak bukan saya yang memilih, tapi Allah yang menganugerahkannya. Sedangkan ISTRI, sayalah yang memilih dari sekian banyak wanita yang ada di dunia.
Dosen : " Tulis 10 nama yang paling dekat dengan anda" Lalu mahasiswa tersebut menuliskan 10 nama, disana ada nama tetangga, orang tua, teman kerja, sahabat, anak dan juga istri nya serta seterusnya.
Dosen : Sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya anda ingin hidup terus bersamanya. Mahasiswa itu menghapus 3 nama yang ditulisnya tadi.
Dosen : Hapus 2 nama lagi,sehingga tinggal lah 5 nama lagi yang ada di papan tersebut.
Dosen : "Hapus 2 nama lagi", maka tersisalah 3 nama, yaitu nama orang tua, anak dan istri nya. Suasana kelas menjadi hening, mereka berfikir semua sudah selesai dan tak ada lagi yang harus dipilih.
Tiba-tiba dosen berkata : "silahkan coret 1 nama lagi!", Mahasiswa itu perlahan mulai mengambil keputusan yang sulit dan menghapus nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen : Silahkan pilih 1 nama lagi!.
Mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mulai menghapus nama anaknya dan mahasiswa itu pun menangis.
Setelah suasana tenang, sang dosen bertanya kepada mahasiswa itu. :" kenapa kau tidak memilih orang tuamu yang telah melahirkan dan membesarkanmu, tidak juga memilih anak yang darah daging anda sendiri, sedangkan istri itu dapat kau cari lagi.
Semua orang di dalam kelas tersebut terpana menunggu jawaban dari Mahasiswa tersebut. Lalu sang Mahasiswa
menjawab " Seiring waktu berlalu, orang tua saya akan pergi dan meninggalkan saya, sedangkan anak jika sudah
dewasa lalu menikah , setelah itu juga pasti akan meninggalkan saya.
Sedangkan yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya.
Orang tua dan anak bukan saya yang memilih, tapi Allah yang menganugerahkannya. Sedangkan ISTRI, sayalah yang memilih dari sekian banyak wanita yang ada di dunia.
SURAT DARI ALAM KUBUR
Temanku..
Apakah kau baik-baik saja..??
Tidakkah kau tahu keadaanku disini..??
Cacing dan belatung telah menggerogoti tubuhku..
Tidak hanya itu temanku..
Pedihnya siksa kubur..
Betapa hebatnya temanku..
Aku menyesal temanku..
Dulu aku larut dalam dosa dan kemaksiatan..
Dan hari ini...
Oohh yaa Robb..!!
Ampuni aku..
Tapi tiap kali aku minta ampun..
Sebuah cambuk api menamparku..
Ya karena pintu taubat telah tertutup..
Terkadang..
Aku ingin shalat dua rakaat saja..
Aku ingin puasa satu hari saja..
Lagi-lagi rasa penyesalanku tiada terkira temanku...
Sekian surat dariku, surat dari alam yang pasti Insya Allah kau akan tahu keberadaannya temanku..
Do'akanlah temanmu ini..
Hanya kami yang tahu betapa berartinya
do'a itu..
Hanya doa-doamu yang mampu menghiburku..
Dari temanmu di alam kubur..
Renungkanlah wahai saudaraku.
Apakah kau baik-baik saja..??
Tidakkah kau tahu keadaanku disini..??
Cacing dan belatung telah menggerogoti tubuhku..
Tidak hanya itu temanku..
Pedihnya siksa kubur..
Betapa hebatnya temanku..
Aku menyesal temanku..
Dulu aku larut dalam dosa dan kemaksiatan..
Dan hari ini...
Oohh yaa Robb..!!
Ampuni aku..
Tapi tiap kali aku minta ampun..
Sebuah cambuk api menamparku..
Ya karena pintu taubat telah tertutup..
Terkadang..
Aku ingin shalat dua rakaat saja..
Aku ingin puasa satu hari saja..
Lagi-lagi rasa penyesalanku tiada terkira temanku...
Sekian surat dariku, surat dari alam yang pasti Insya Allah kau akan tahu keberadaannya temanku..
Do'akanlah temanmu ini..
Hanya kami yang tahu betapa berartinya
do'a itu..
Hanya doa-doamu yang mampu menghiburku..
Dari temanmu di alam kubur..
Renungkanlah wahai saudaraku.
DAHSYATNYA SURAT AL-IKHLASH
sempatkanlah sebentar untuk membaca tulisan ini Rasulullah Muhammad SAW pada suatu ketika bersabda:
”Demi Allah yang jiwaku di Genggamann-Nya,sesungguhnya QUL HUWALLAHU AHAD
itu tertulis di sayap malaikat Jibraila.s,
ALLAHHUS SOMAD itu tertulis disayap malaikat Mikail a.s, LAMYALID WALAM YUULAD tertulis pada, sayap malaikat Izrail a.s, WALAM YAKULLAHU KUFUWAN AHAD tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s.”.
Berkata Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
Ketika saya (Rasulullah SAW) isra’ ke langit,
saya melihat Arasy di atas 360,000 pilar dan jarak jauh antara satu pilar ke satu pilar yang lain ialah 300,000 tahun perjalanan. Pada tiap-tiap pilar itu terdapat padang pasir yang jumlahnya 12,000 dan luasnya setiap satu padang itu seluas dari timur hingga ke barat.
Pada setiap padang itu terdapat 80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca surat Al-Ikhlas.
Setelah mereka selesai membaca surah tersebut maka berkata mereka:
”Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaankami ini kami berikan kepada orang yang membaca surah Al-Ikhlas baik lelaki maupun perempuan.”.
Riwayat Anas bin Malik juga merekam kisah berkaitan surat Al-Ikhlas. Suatu ketika 70.000 malaikat diutus datang kepada seorang sahabat di Madinah yang meninggal.
Kedatangan para malaikat itu hingga meredupkan cahaya matahari. 70.000 malaikat itu diutus hanya karena almarhum sering membaca surat ini. Anas bin Malik yang saat itu bersama Nabi Muhammad SAW di Tabuk merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasanya dan malaikat Jibril datang kepada Nabiuntuk memberitakan kejadian yang sedang terjadi di Madinah.
Rasulullah S.A.W bersabda:
Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka tubuhnya tidak akan membusuk di dalam kuburnya, akan selamat dia dari kesempitan kuburnya danpara malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi titian siratul mustaqim lalu menuju ke syurga. (HR Qurthuby).
SubhanAllah....
Semoga kita bisa mengamalkannya setiap waktu saudaraku...
TOLONG jANGAN DI ABAIKAN BEGITU SAJA, klik BAGIKAN
Sabda Rasulullah SAW ;
"Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada."
”Demi Allah yang jiwaku di Genggamann-Nya,sesungguhnya QUL HUWALLAHU AHAD
itu tertulis di sayap malaikat Jibraila.s,
ALLAHHUS SOMAD itu tertulis disayap malaikat Mikail a.s, LAMYALID WALAM YUULAD tertulis pada, sayap malaikat Izrail a.s, WALAM YAKULLAHU KUFUWAN AHAD tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s.”.
Berkata Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
Ketika saya (Rasulullah SAW) isra’ ke langit,
saya melihat Arasy di atas 360,000 pilar dan jarak jauh antara satu pilar ke satu pilar yang lain ialah 300,000 tahun perjalanan. Pada tiap-tiap pilar itu terdapat padang pasir yang jumlahnya 12,000 dan luasnya setiap satu padang itu seluas dari timur hingga ke barat.
Pada setiap padang itu terdapat 80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca surat Al-Ikhlas.
Setelah mereka selesai membaca surah tersebut maka berkata mereka:
”Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaankami ini kami berikan kepada orang yang membaca surah Al-Ikhlas baik lelaki maupun perempuan.”.
Riwayat Anas bin Malik juga merekam kisah berkaitan surat Al-Ikhlas. Suatu ketika 70.000 malaikat diutus datang kepada seorang sahabat di Madinah yang meninggal.
Kedatangan para malaikat itu hingga meredupkan cahaya matahari. 70.000 malaikat itu diutus hanya karena almarhum sering membaca surat ini. Anas bin Malik yang saat itu bersama Nabi Muhammad SAW di Tabuk merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasanya dan malaikat Jibril datang kepada Nabiuntuk memberitakan kejadian yang sedang terjadi di Madinah.
Rasulullah S.A.W bersabda:
Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka tubuhnya tidak akan membusuk di dalam kuburnya, akan selamat dia dari kesempitan kuburnya danpara malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi titian siratul mustaqim lalu menuju ke syurga. (HR Qurthuby).
SubhanAllah....
Semoga kita bisa mengamalkannya setiap waktu saudaraku...
TOLONG jANGAN DI ABAIKAN BEGITU SAJA, klik BAGIKAN
Sabda Rasulullah SAW ;
"Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada."
TIDAK ADA "TIDUR" DIDALAM SYURGA ?
Ada seseorang laki - laki menghadap Rasulullah kemudian dia bertanya; " Wahai Rasulullah ,Tidur adalah sebagian nikmat Allah di dunia, Apakah kelak. kita juga kan tidur di Syurga ?
Jawab Rasulullah; TIDAK-TIDAK, Karena tidur adalah temannya MAUT, sedangkan di syurga tak ada. kematian, Bagaimana istirahat ahli syurga ? tanya lelaki itu lagi, Rasul pun menjawab; Di Syurga tak ada rasa lelah semuanya serba menyenangkan." ( HR. Baihaqi, ibn Abi Hatim )
Allah Ta'ala berfirman; "Yang dengan KaruniaNya menempatkan kami dalam tempat yang kekal/Syurga, didalamnya tidak merasa lelah dan tidak merasa Lesu. (QS. Fathir 35)
SUBHANALLAH....
sungguh besar nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-NYA, yang Taat kepada-NYA TIDAK bisa kita Bayangankan 'Tidur" yang kita Anggap Nikmat Yang besar ini Kita tidak bisa merasakan kelak DiSyurgaNya ,karena Tidak ada Lelah ataupun Kantuk "Tak terbayangkan oleh kita Sebesar Apa Nikmatnya DiSyurga-Nya.
Semoga Allah memasukkan kita kedalam golongan hamba - hamba Nya yang bertakwa dalam keridhaan dan rahmatNya, Aamiin.
Jawab Rasulullah; TIDAK-TIDAK, Karena tidur adalah temannya MAUT, sedangkan di syurga tak ada. kematian, Bagaimana istirahat ahli syurga ? tanya lelaki itu lagi, Rasul pun menjawab; Di Syurga tak ada rasa lelah semuanya serba menyenangkan." ( HR. Baihaqi, ibn Abi Hatim )
Allah Ta'ala berfirman; "Yang dengan KaruniaNya menempatkan kami dalam tempat yang kekal/Syurga, didalamnya tidak merasa lelah dan tidak merasa Lesu. (QS. Fathir 35)
SUBHANALLAH....
sungguh besar nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-NYA, yang Taat kepada-NYA TIDAK bisa kita Bayangankan 'Tidur" yang kita Anggap Nikmat Yang besar ini Kita tidak bisa merasakan kelak DiSyurgaNya ,karena Tidak ada Lelah ataupun Kantuk "Tak terbayangkan oleh kita Sebesar Apa Nikmatnya DiSyurga-Nya.
Semoga Allah memasukkan kita kedalam golongan hamba - hamba Nya yang bertakwa dalam keridhaan dan rahmatNya, Aamiin.
JANGAN REMEHKAN HUTANG
Rasulullah Sholallohu 'alaihi was salam memberi peringatan tentang hutang.
1. Orang yang mati membawa hutang akan diganti dengan amal kebaikannya.
" Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari Kiamat) karena di sana tidak ada lagi dinar dan dirham. " (Shahih, HR. Ibnu Majah 2414)
2. Urusan orang yang berhutang masih tergantung.
" Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya. " (Shahih, HR. At-Tirmidzi 1078)
3. Orang yang berniat tidak melunasi hutangnya dihukumi sebagai pencuri.
Rasululloh bersabda : " Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) berstatus sebagai PENCURI. " saariqon
(Shahih, HR Ibnu Majah 2410)
1. Orang yang mati membawa hutang akan diganti dengan amal kebaikannya.
" Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari Kiamat) karena di sana tidak ada lagi dinar dan dirham. " (Shahih, HR. Ibnu Majah 2414)
2. Urusan orang yang berhutang masih tergantung.
" Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya. " (Shahih, HR. At-Tirmidzi 1078)
3. Orang yang berniat tidak melunasi hutangnya dihukumi sebagai pencuri.
Rasululloh bersabda : " Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) berstatus sebagai PENCURI. " saariqon
(Shahih, HR Ibnu Majah 2410)
Langganan:
Postingan (Atom)