" Mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wa 'ala Alihi Wa Sallam "
adalah sebagai berikut :
1. Keluarnya air dari jari jemari
baginda yang mana mampu
untuk memberi minum kepada
100 000 orang. (Hadis Riwayat
Al-Bukhari)
2. Israk Mikraj yang hanya
berlaku dalam satu malam.
3. Membelah bulan dua kali
untuk membuktikan
kenabiannya
4. Dapat melihat dalam
kegelapan.
5. Peluh baginda berbau harum
dan jika baginda bersalam
dengan seseorang akan
berbekas bau harus selama
beberapa hari.
6. Tubuh Nabi mengeluarkan
petir ketika hendak dibunuh
oleh Syaibah Bin Uthsman ketika
Perang Hunain.
7. Menghentikan gempa yang
terjadi di Mekkah dan Madinah
dengan cara menghentakkan
kakinya dan memerintahkan
gunung supaya bertenang.
8. Menurunkan hujan dan
meredakan banjir saat musim
kemarau di Madinah
9. Batang pohon kurma meratap
apabila Rasul tidak
menggunakannya lagi untuk
berkhutbah
10. Mimbar menangis apabila
mendengar bacaan Al-Quran
Rasulullah
11. Secara tiba-tiba ada
sarang labah-labah, dua
ekor burung yang sedang
mengeramkan telur dan cabang-
cabang pohon yang terkulai
menutupi mulut gua di Gunung
Thur, sewaktu Muhammad dan
Abu Bakar bersembunyi dari
kejaran orang Quraisy.
12. Menyembuhkan betis Ibnu
al-Hakam yang terputus
pada Perang Badar, kemudian
Muhammad meniupnya, lalu
sembuh seketika tanpa
merasakan sakit sedikit pun
13. Menghidupkan anak
perempuan yang telah mati lama
dikuburannya
14. Menyembuhkan luka gigitan
ular yang diderita Abu
Bakar dengan ludahnya saat
bersembunyi di Gua Hira
15.Menyembuhkan
penyakit kusta istri Mu'adz bin
Afra' dengan tongkatnya
"Ini cuma sebahagian mukjizat
baginda, dan mukjizat kekal dan
terbesar buat Muhammad SAW
adalah Al-Quran yang mana ia
mampu merentas zaman
sehingga hari kiamat. Ya Allah
betapa beruntungnya kita
punya Rasul sehebat
Muhammad. Dan sehingga ke
hembusan nafas terakhir
baginda, baginda masih
mengingat kita,
Ummati...Ummati ...Ummati....
Kita???
Wallahualam.
Sabtu, 27 April 2013
Inilah jawaban Muslim untuk film "Innocence of Muslim" yang menghina Rasulullah !!!
Aku adalah Muslim,
aku bangga menjadi Muslim, karena sejarah membuktikan..
Bukan Muslim yang memulai perang dunia pertama. Bukan Muslim yang memulai perang dunia kedua.
Bukan Muslim yang
menghancurkan hiroshima
dan nagasaki dengan menggunakan bom atom.
Bukan Muslim yang
membunuh 200 juta indian amerika Utara.
Bukan Muslim yang
menghabisi 80 juta
indian amerika Selatan. Bukan Muslim yang Membunuh 90 juta aborigin australia. Bukan Muslim yang mengambil 180 juta orang afrika
sebagai budak lalu membuang 70
persen dari mereka yang meninggal ke lautan atlantik.
Bukan Muslim yang menjajah Indonesia, Bosnia, Afghanistan, Ethopia, Checnya, Suriah dan negara"
lainnya..
Bukan Muslim yang memulai kasus poso,
ambon, maluku, dan papua.
Bukan Muslim yang
memfitnah irak dgn senjata
pemusnah massal yg
ternyata cuma isapan jempol belaka.
Bukan Muslim yang serakah merebut ladang minyak Timur Tengah.
Bukan Muslim yang suka menghina nabi & agama lain.
Dan aku bangga..
Walau Islam
tidak pernah teriak" sbg agama damai,
tapi Muslim tidak pernah menyerang siapa2.
Walau Islam tidak pernah teriak" HAM & toleransi,
tapi Muslim paling toleransi dibanding "PENDEKAR HAM"
Amerika yang rasis kepada kulit hitam,
dibanding perancis yang melarang jilbab,
dibanding swedia yang melarang Adzan, dibanding swiss yang melarang pendirian Masjid.
Muslim mayoritas itu toleransi Muslim minoritas itu PEMBERANI.
Tapi tidak ada toleransi untuk melanggar perintah ALLAH SWT. Muslim bukan
anjing yang serakah dengan nafsu menjajah.
Muslim bukan
babi yang rakus nafsu membumi hangus. Muslim bukan monyet licik yang selalu menebarkan fitnah. Muslim tidak pernah mencari musuh & Muslim HARAM lari dari yg memusuhinya. Haram hukumnya jika seorang muslim mengetahui kebenaran, hanya diam seribu bahasa.
aku bangga menjadi Muslim, karena sejarah membuktikan..
Bukan Muslim yang memulai perang dunia pertama. Bukan Muslim yang memulai perang dunia kedua.
Bukan Muslim yang
menghancurkan hiroshima
dan nagasaki dengan menggunakan bom atom.
Bukan Muslim yang
membunuh 200 juta indian amerika Utara.
Bukan Muslim yang
menghabisi 80 juta
indian amerika Selatan. Bukan Muslim yang Membunuh 90 juta aborigin australia. Bukan Muslim yang mengambil 180 juta orang afrika
sebagai budak lalu membuang 70
persen dari mereka yang meninggal ke lautan atlantik.
Bukan Muslim yang menjajah Indonesia, Bosnia, Afghanistan, Ethopia, Checnya, Suriah dan negara"
lainnya..
Bukan Muslim yang memulai kasus poso,
ambon, maluku, dan papua.
Bukan Muslim yang
memfitnah irak dgn senjata
pemusnah massal yg
ternyata cuma isapan jempol belaka.
Bukan Muslim yang serakah merebut ladang minyak Timur Tengah.
Bukan Muslim yang suka menghina nabi & agama lain.
Dan aku bangga..
Walau Islam
tidak pernah teriak" sbg agama damai,
tapi Muslim tidak pernah menyerang siapa2.
Walau Islam tidak pernah teriak" HAM & toleransi,
tapi Muslim paling toleransi dibanding "PENDEKAR HAM"
Amerika yang rasis kepada kulit hitam,
dibanding perancis yang melarang jilbab,
dibanding swedia yang melarang Adzan, dibanding swiss yang melarang pendirian Masjid.
Muslim mayoritas itu toleransi Muslim minoritas itu PEMBERANI.
Tapi tidak ada toleransi untuk melanggar perintah ALLAH SWT. Muslim bukan
anjing yang serakah dengan nafsu menjajah.
Muslim bukan
babi yang rakus nafsu membumi hangus. Muslim bukan monyet licik yang selalu menebarkan fitnah. Muslim tidak pernah mencari musuh & Muslim HARAM lari dari yg memusuhinya. Haram hukumnya jika seorang muslim mengetahui kebenaran, hanya diam seribu bahasa.
7 KEISTIMEWAAN AL QUR'AN
Inilah 7 keistimewaan Al Qur'an:
1. Susunan dan gaya bahasanya sangat indah,
2. Bobot isinya tak tertandingi,
3. Terjaga kemurniannya sampai akhir zaman,
4. Membaca Al Qur'an adalah merupakan ibadah yang pahalanya banyak,
5. Tidak membosankan baik yang membaca maupun yang mendengarkan,
6. Menjadi rahmat seluruh alam
7. Mu'jizat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam
1. Susunan dan gaya bahasanya sangat indah,
2. Bobot isinya tak tertandingi,
3. Terjaga kemurniannya sampai akhir zaman,
4. Membaca Al Qur'an adalah merupakan ibadah yang pahalanya banyak,
5. Tidak membosankan baik yang membaca maupun yang mendengarkan,
6. Menjadi rahmat seluruh alam
7. Mu'jizat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam
Kamis, 25 April 2013
AZAB PEDIH UNTUK ORANG YANG TIDAK MAU DIAM PADA SAAT ADZAN DIKUMANDANGKAN
Renungkanlah ini sejenak …
mengapa banyak orang kelu lidahnya di saat sakaratul maut?
Kebanyakan orang yang nazak, saat hampir tiba ajalnya, tidak dapat berkata apa-apa …
Lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan ‘sakaratul maut’. Ini sebabnya adalah kebiasaan
remeh kita yang sering tidak mendiamkan diri saat adzan berkumandang.
Diriwayatkan sebuah hadist: “Hendaklah kamu
mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya. ” Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri dan jangan berkata apa-
apapun semasa azan berkumandang. Sebagai seorang Muslim, kita wajib menghormati azan. Azan itu Banyak fadhilahnya (keuntungan).
Sebuah hadist shahih berbunyi “Seandainya mereka mengetahui
apa yang terkandung dalam adzan dan barisan pertama (dalam shalat berjamaah), kemudian mereka tidak mendapatinya kecuali
dengan cara mengundinya, pasti mereka mengundinya” (Bukhari dan Muslim).
Jika terhadap lagu kebangsaan saja kita diajari agar berdiri tegak
dan berdiam diri, mengapa ketika azan yang merupakan panggilan Allah,kita tidak mendiamkan diri?
Itulah makanya, Allah mengkelukan lidahnya saat sakaratul maut datang. Kita takut dengan kelunya lidah ketika ajal hampir tiba dengan tidak sanggup mengucap kalimah “Lailahaillallah …”. Padahal barangsiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah, dengan izin Allah,Allah menjanjikan masuk surga.
Oleh karena itu, marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu ketika nyawa kita
sedang dicabut.
“Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimat "Lailahaillallah..” ketika sakaratul maut menghampiri kami.
Aamiin...
mengapa banyak orang kelu lidahnya di saat sakaratul maut?
Kebanyakan orang yang nazak, saat hampir tiba ajalnya, tidak dapat berkata apa-apa …
Lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan ‘sakaratul maut’. Ini sebabnya adalah kebiasaan
remeh kita yang sering tidak mendiamkan diri saat adzan berkumandang.
Diriwayatkan sebuah hadist: “Hendaklah kamu
mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya. ” Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri dan jangan berkata apa-
apapun semasa azan berkumandang. Sebagai seorang Muslim, kita wajib menghormati azan. Azan itu Banyak fadhilahnya (keuntungan).
Sebuah hadist shahih berbunyi “Seandainya mereka mengetahui
apa yang terkandung dalam adzan dan barisan pertama (dalam shalat berjamaah), kemudian mereka tidak mendapatinya kecuali
dengan cara mengundinya, pasti mereka mengundinya” (Bukhari dan Muslim).
Jika terhadap lagu kebangsaan saja kita diajari agar berdiri tegak
dan berdiam diri, mengapa ketika azan yang merupakan panggilan Allah,kita tidak mendiamkan diri?
Itulah makanya, Allah mengkelukan lidahnya saat sakaratul maut datang. Kita takut dengan kelunya lidah ketika ajal hampir tiba dengan tidak sanggup mengucap kalimah “Lailahaillallah …”. Padahal barangsiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah, dengan izin Allah,Allah menjanjikan masuk surga.
Oleh karena itu, marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu ketika nyawa kita
sedang dicabut.
“Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimat "Lailahaillallah..” ketika sakaratul maut menghampiri kami.
Aamiin...
Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi
Al-Qur’an merupakan mu’jizat terbesar sepanjang masa. Pertamakali dibukukan di jaman Khalifah Abu Bakr, lalu pembukuannya disempurnakan di jaman Khalifah Umar bin Khathab. Sedangkan di jaman Khalifah Utsman mulai ditetapkan bentuk hurufnya serta diperbanyak sehingga dikenal istilah Rosam Utsmani. Ilmu tata bahasa al-Qur’an (nahwu dan sharaf) mulai diperkenalkan di jaman khalifah Ali bin Abi Thalib.
Salah satu keistimewaan al-Qur’an adalah memungkinkan penafsirannya yang terus berkembang dan selalu up to date. Salah satu contohnya adalah yang terdapat di dalam surat Ar-Ra’du (13) ayat 15.
Dan hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) “Man” yang ada di langit dan di Bumi, baik dengan kemauan sendiri (taat), ataupun terpaksa, begitupula bayang-bayangnya (ikut sujud) di pagi dan petang hari (QS 13:15).
Ayat tersebut menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi. Lalu siapakah yang dimaksud “Man” di dalam ayat ini?
1. Di dalam tata bahasa al-Qur’an (arab) “Man” menunjukan makhluk yang diberi akal. Sedangkan makhluk berakal yang diciptakan Allah swt ada 4, yaitu: Malaikat, Iblis, Jin, dan Manusia. Oleh sebab itu makhluk-makhluk lain seperti binatang, tumbuhan, atau benda mati tidak bisa disebut “Man” tetapi disebut “Maa”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka “Man” bermakna “Siapa” dan “Maa” bermakna “Apa”.
2. Ciri-ciri “Man” yang dimaksud di dalam ayat di atas adalah:
a) Sujud dengan taat kepada Allah;
b) Sujud dengan terpaksa kepada Allah; dan
c) Memiliki bayang-bayang.
Ayat tersebut berbunyi: Walillahi yasjudu Man fi ssamaawaati wal ardhi, jika diterjemahkan menjadi: Dan kepada Allah “Man” di langit dan di Bumi bersujud/beribadah. Itu bunyi paraghraf pertama dari ayat tersebut. Paraghraf ini menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi yang bersujud/beribadah kepada Allah. Lalu dilanjutkan dengan kalimat: Thou’an wa karhan wa dzilaluhum…., jika diterjemahkan menjadi: Taat, dan terpaksa, dan bayang-bayang mereka…… Paraghraf ini menjelaskan cirri-ciri “Man” yang dimaksud pada paraghraf pertama. Bahwa sujud/ibadahnya si “Man” yang dimaksud di atas kadang kala taat, kadang terpaksa, dan mereka memiliki bayang-bayang.
3. Perlu diketahui lagi bahwa kata As-samaawaati pada ayat tersebut berbentuk jamak. Sehingga menjadi petunjuk bahwa “Man” yang berada di luar planet Bumi akan tersebar di banyak planet lain.
3. Jika melihat ciri-ciri tersebut diatas maka tidak mungkin yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Malaikat, karena Malaikat selalu patuh kepada Allah, tidak pernah terpaksa, dan tidak memiliki bayang-bayang.
4. Juga tidak mungkin yang maksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Iblis, karena Iblis tidak pernah taat kepada Allah serta tidak memiliki bayang-bayang.
5. Dan tidak mungkin pula yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Jin. Walaupun ada Jin yang taat dan terpaksa, tetapi Jin tidak memiliki bayang-bayang.
6. Maka yang dimaksud dengan “Man” pada ayat tersebut adalah makhluk seperti manusia. Yaitu mahkluk yang kadang kala taat, atau terpaksa serta memiliki bayang-bayang. Oleh sebab itu, ayat tersebut menjadi petunjuk adanya makhluk berakal seperti manusia di luar planet Bumi.
Disamping “Man”, di luar planet Bumi pun Allah swt pun menciptakan “Maa” dari kelompok binatang melata. Sebagaimana firman Allah swt di dalam surat An-Nahl (16) ayat 49.
Dan hanya kepada Allah-lah sujud “Maa” yang melata yang ada dilangit dan “Maa” yang melata yang ada di Bumi. Dan para Malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri. (QS 16:49).
Ayat tersebut menjelaskan adanya “Maa” dan “Malaikat” di langit dan di Bumi yang selalu sujud kepada Allah serta tidak sombong. Pada ayat ini tidak ada istilah terpaksa, sebagai bukti bahwa Malaikat dan “Maa” selalu sujud dengan taat kepada Allah swt.
Mengakhiri pembahasan tentang makhluk di luar Bumi maka silahkan simak firman Allah swt di dalam surat Asy-Syura (42) ayat 29.
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah menciptakan langit dan Bumi dan “Maa” yang melata yang Ia sebarkan pada keduanya. DAN IA MAHA KUASA UNTUK MENGUMPULKAN (MEMPERTEMUKAN) SEMUANYA (MAKHLUK LANGIT DAN BUMI) APABILA IA BERKEHENDAK (QS 42:29).
Ayat tersebut menjadi petunjuk adanya kemungkinan pertemuan (interaksi) antara manusia yang ada di langit dengan manusia yang ada di Bumi bahkan kemungkinan saling berjodoh, tentunya jika Allah swt sudah berkehendak. Wallahu a’lam bishowab..
Salah satu keistimewaan al-Qur’an adalah memungkinkan penafsirannya yang terus berkembang dan selalu up to date. Salah satu contohnya adalah yang terdapat di dalam surat Ar-Ra’du (13) ayat 15.
Dan hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) “Man” yang ada di langit dan di Bumi, baik dengan kemauan sendiri (taat), ataupun terpaksa, begitupula bayang-bayangnya (ikut sujud) di pagi dan petang hari (QS 13:15).
Ayat tersebut menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi. Lalu siapakah yang dimaksud “Man” di dalam ayat ini?
1. Di dalam tata bahasa al-Qur’an (arab) “Man” menunjukan makhluk yang diberi akal. Sedangkan makhluk berakal yang diciptakan Allah swt ada 4, yaitu: Malaikat, Iblis, Jin, dan Manusia. Oleh sebab itu makhluk-makhluk lain seperti binatang, tumbuhan, atau benda mati tidak bisa disebut “Man” tetapi disebut “Maa”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka “Man” bermakna “Siapa” dan “Maa” bermakna “Apa”.
2. Ciri-ciri “Man” yang dimaksud di dalam ayat di atas adalah:
a) Sujud dengan taat kepada Allah;
b) Sujud dengan terpaksa kepada Allah; dan
c) Memiliki bayang-bayang.
Ayat tersebut berbunyi: Walillahi yasjudu Man fi ssamaawaati wal ardhi, jika diterjemahkan menjadi: Dan kepada Allah “Man” di langit dan di Bumi bersujud/beribadah. Itu bunyi paraghraf pertama dari ayat tersebut. Paraghraf ini menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi yang bersujud/beribadah kepada Allah. Lalu dilanjutkan dengan kalimat: Thou’an wa karhan wa dzilaluhum…., jika diterjemahkan menjadi: Taat, dan terpaksa, dan bayang-bayang mereka…… Paraghraf ini menjelaskan cirri-ciri “Man” yang dimaksud pada paraghraf pertama. Bahwa sujud/ibadahnya si “Man” yang dimaksud di atas kadang kala taat, kadang terpaksa, dan mereka memiliki bayang-bayang.
3. Perlu diketahui lagi bahwa kata As-samaawaati pada ayat tersebut berbentuk jamak. Sehingga menjadi petunjuk bahwa “Man” yang berada di luar planet Bumi akan tersebar di banyak planet lain.
3. Jika melihat ciri-ciri tersebut diatas maka tidak mungkin yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Malaikat, karena Malaikat selalu patuh kepada Allah, tidak pernah terpaksa, dan tidak memiliki bayang-bayang.
4. Juga tidak mungkin yang maksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Iblis, karena Iblis tidak pernah taat kepada Allah serta tidak memiliki bayang-bayang.
5. Dan tidak mungkin pula yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Jin. Walaupun ada Jin yang taat dan terpaksa, tetapi Jin tidak memiliki bayang-bayang.
6. Maka yang dimaksud dengan “Man” pada ayat tersebut adalah makhluk seperti manusia. Yaitu mahkluk yang kadang kala taat, atau terpaksa serta memiliki bayang-bayang. Oleh sebab itu, ayat tersebut menjadi petunjuk adanya makhluk berakal seperti manusia di luar planet Bumi.
Disamping “Man”, di luar planet Bumi pun Allah swt pun menciptakan “Maa” dari kelompok binatang melata. Sebagaimana firman Allah swt di dalam surat An-Nahl (16) ayat 49.
Dan hanya kepada Allah-lah sujud “Maa” yang melata yang ada dilangit dan “Maa” yang melata yang ada di Bumi. Dan para Malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri. (QS 16:49).
Ayat tersebut menjelaskan adanya “Maa” dan “Malaikat” di langit dan di Bumi yang selalu sujud kepada Allah serta tidak sombong. Pada ayat ini tidak ada istilah terpaksa, sebagai bukti bahwa Malaikat dan “Maa” selalu sujud dengan taat kepada Allah swt.
Mengakhiri pembahasan tentang makhluk di luar Bumi maka silahkan simak firman Allah swt di dalam surat Asy-Syura (42) ayat 29.
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah menciptakan langit dan Bumi dan “Maa” yang melata yang Ia sebarkan pada keduanya. DAN IA MAHA KUASA UNTUK MENGUMPULKAN (MEMPERTEMUKAN) SEMUANYA (MAKHLUK LANGIT DAN BUMI) APABILA IA BERKEHENDAK (QS 42:29).
Ayat tersebut menjadi petunjuk adanya kemungkinan pertemuan (interaksi) antara manusia yang ada di langit dengan manusia yang ada di Bumi bahkan kemungkinan saling berjodoh, tentunya jika Allah swt sudah berkehendak. Wallahu a’lam bishowab..
BAHAYA MEMBUNUH KECOAK
Bila sobat BPM melihat binatang kecoak di rumah atau dimanapun, sebaiknya jangan kalian pulul sampai mati sob! bahkan sampai (maaf) isi perut kecoak meletet keluar. Karena didalam perut kecoa terdapat cacing halus/lembut yg tetap hidup meskipun diluar dari tubuh kecoak.
Bila cacing ini sudah berada di luar dari tubuh kecoak (perut) dia akan bergerak untuk mencari tempat/induk baru.
Cacing ini bentuknya sangat pendek, halus dan lembut akan terlihat kasat mata bila jarak pandang sekitar 10-20cm. Untuk melihat cacing ini, anda dapat menaruh isi perut kecoak diatas kertas hitam atau diatas cermin... disitu akan terlihat jelas pergerakannya.
Sangat berbahaya apabila cacing tersebut sampai menyentuh kulit tubuh kita (terutama kaki) karena dapat masuk melalui pori-pori kulit atau bila ada luka terbuka pada kulit luar.
Akan jauh lebih baik membasmi kecoak cukup dengan menggunakan semprotan anti serangga, yg dapat membunuh kecoak tanpa harus memukul
hingga mengeluarkan isi perutnya.
Kalau versi admin isty sih sebenernya gampang aja, tinggal ngebalikin tubuhnya si kecoak, terus membiarkan dia kecapekan meronta-ronta, dengan begitu dia akan mati dengan sendirinya.. :D
Oh ya, perlu diketahui juga nih sob! kecoa adalah salah satu binatang yg kuat lho.. Dia bisa hidup selama kurang lebih setengah bulan tanpa kepala dan akhirnya juga dia mati, tpi bukan krna kehabisan nafas lho, melainkan krna kelaparan.
Hebat bukan si kecoak itu :D
Bila cacing ini sudah berada di luar dari tubuh kecoak (perut) dia akan bergerak untuk mencari tempat/induk baru.
Cacing ini bentuknya sangat pendek, halus dan lembut akan terlihat kasat mata bila jarak pandang sekitar 10-20cm. Untuk melihat cacing ini, anda dapat menaruh isi perut kecoak diatas kertas hitam atau diatas cermin... disitu akan terlihat jelas pergerakannya.
Sangat berbahaya apabila cacing tersebut sampai menyentuh kulit tubuh kita (terutama kaki) karena dapat masuk melalui pori-pori kulit atau bila ada luka terbuka pada kulit luar.
Akan jauh lebih baik membasmi kecoak cukup dengan menggunakan semprotan anti serangga, yg dapat membunuh kecoak tanpa harus memukul
hingga mengeluarkan isi perutnya.
Kalau versi admin isty sih sebenernya gampang aja, tinggal ngebalikin tubuhnya si kecoak, terus membiarkan dia kecapekan meronta-ronta, dengan begitu dia akan mati dengan sendirinya.. :D
Oh ya, perlu diketahui juga nih sob! kecoa adalah salah satu binatang yg kuat lho.. Dia bisa hidup selama kurang lebih setengah bulan tanpa kepala dan akhirnya juga dia mati, tpi bukan krna kehabisan nafas lho, melainkan krna kelaparan.
Hebat bukan si kecoak itu :D
Hidup manusia itu seperti sebuah buku.
Sampul depan adalah tanggal lahir, sampul belakang adalah tanggal pulang.
Tiap lembarannya adalah hari - hari dalam hidup kita.
Ada buku yang tebal, ada pula yang tipis.
Hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang bersih, baru & tiada cacat untuk hari baru.
Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin,
Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.
Kesempatan yang baru untuk bisa melakukan sesuatu yang benar setiap hari, memperbaiki kesalahan, melanjutkan alur cerita yang baru.
Jangan menunda-nunda kesempatan baik hari ini.
Karena kita tidak tahu.
Tiba - tiba besok kita memasuki lembaran terakhir.
Sampul depan adalah tanggal lahir, sampul belakang adalah tanggal pulang.
Tiap lembarannya adalah hari - hari dalam hidup kita.
Ada buku yang tebal, ada pula yang tipis.
Hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang bersih, baru & tiada cacat untuk hari baru.
Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin,
Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.
Kesempatan yang baru untuk bisa melakukan sesuatu yang benar setiap hari, memperbaiki kesalahan, melanjutkan alur cerita yang baru.
Jangan menunda-nunda kesempatan baik hari ini.
Karena kita tidak tahu.
Tiba - tiba besok kita memasuki lembaran terakhir.
Langganan:
Postingan (Atom)