Sabtu, 27 Juli 2013

Mengungkap Fakta Ilmiah Keajaiban Ka'bah

 Ternyata Bukan GMT Bukan Di Greenwich bukan dimanapun, Tapi Semuanya ada Di Ka’bah (Fakta Ilmiah)

Ka’bah, rumah Allah sejuta umat muslim merindukan berkunjung dan menjadi tamu - tamu Allah sang maha pencipta. Kiblatnya (arah) ummat muslim dalam melaksanakan sholat, dari negaramanapun semua ibadah sholat menghadap ke kiblat ini.

Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat
kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dg “Ka’bain” yg berarti ‘dua matakaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yg artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekahadalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasitersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Makkah Pusat Bumi
Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.

Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulaiuntuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Setelah dua tahun dari pekerjaanyang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).

Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.

Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.

Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.

Allah berfirman di dalam al-Qur’an al-Karim sebagai berikut:
‘Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah)dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..’ (asy-Syura: 7)

Kata ‘Ummul Qura’ berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yangpenting di dalam kultur Islam.

Sebagaimana seorang ibu adalahsumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata ‘ibu’ memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.

Makkah atau Greenwich
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah,bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yanglalu.

Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris.Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.

DIMANA ALLAH ?

DI MANA ALLAH ?


Jika Allah berada di Langit..
Maka Berarti langit lebih besar dari Allah..

Jika Allah berada di arsy..
Maka Berarti Arsy lebih besar dari Allah..

Lalu apa maknanya Allahu akbar ( Allah Maha besar ) jika begitu..?

Jika Allah berada di langit atau di arsy..
Di manakah Allah sebelum menciptakan Langit dan Arsy..?
Sedangkan Arsy dan langit itu bukan dari zaman azali..
Langit dan arsy itu makhluk..

ALLAH ITU ADA TANPA TEMPAT

Jika Menurut sebagian orang Allah di langit atau di arsy, berarti mereka meyakini bahwa Allah dari ada tanpa tempat menjadi Allah berada di arsy atau di langit.

Dan Hal ini mustahil Terjadi..
Karena dalam Al-Qur'an di Katakan 'Laitsa kamitslihi syai'un'

Dan berpindah dari tempat ke tempat adalah sifat Makhluk, sedangkan Allah mustahil menyerupai sifat makhluk..

Kesimpulannya..

ALLAH ITU ADA TANPA TEMPAT
Tanpa arah
Tanpa Ruang dan waktu

Bukan di Langit
Bukan di arsy
Dan Tidak bertempat di mana-mana..!


Klik Share/Bagikan agar yang lainnya Mengetahui

ALLAH MAHA BESAR DAN TIADA YANG BISA MENANDINGI KEBESARANNYA.


Insya Allah bermanfaat

Sabtu, 20 Juli 2013

Hukum Shalat Orang Bertato Yang Bertaubat ...

Bismillah ... Tentang hukum mentato badan, semua ulama sepakat bahwa itu haram. Alasannya karena itu adalah upaya merubah ciptaan Allah dan merupakan akitifitas tasyabbuh bil kuffar (menyerupai orang kafir). Lantas bagaimana jika seseorang sudah terlanjur ditato badannya, kemudian ia bertaubat dan ingin melaksanakan shalat, apakah shalatnya sah?

http://kisahmualaf07.blogspot.com/

Di dalam sebuah hadits rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah memaafkan dari ummatku, kesalahan, kelupaan dan segala sesuatu yang dipaksakan atasnya.” (HR. Hakim dari Ibnu Abas).

Menato badan hukumnya memang haram, bukan berarti orang yang bertato tidak wajib shalat. Mungkin ada yang beralasan tidak sah shalat orang yang bertato karena tato dianggap menghalangi air ke kulit ketika bersuci (wudhu dan mandi junub), sehingga bersucinya tidak sah. Sekilas memang pernyataan ini benar, padahal tidak tepat.

Sebab,
1. Allah maha menerima taubat hambanya,

2. Shalat lima waktu hukumnya wajib,

3. Kalau menghapus tato itu mudah dan tanpa menyakiti badan maka harus dihapus, tetapi kalau menghapusnya harus dengan menyakiti badan, dengan disetrika misalnya, atau dengan memberikan cairan yang menimbulkan rasa sangat sakit, tentu ini justru perbuatan yang dilarang dalam islam, karena Allah berfirman “Dan janganlah kalian melemparkan diri kalian dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah:195).

4. Ada beberapa kaidah ushul yang membenarkannya, diantaranya;
a. Meninggalkan syarat lebih baik daripada meninggalkan kewajiban,
b. apabila terdapat dua bahaya dalam dua pilihan, maka pilihlah bahaya yang lebih ringan.

Berdasarkan beberapa alasan diatas, maka orang yang terlanjur bertato kemudian ia bertaubat dengan taubatan nashuha lalu melaksanakan shalat maka insayaAllah taubat dan shalatnya diterima oleh Allah swt.

Di samping itu semua bahwa islam adalah agama rahmatan lil alamin, agama yang sesuai dengan fitrah manusia dan tidak ada ajarannya yang bertentangan dengan akal sehat. Betapa sulitnya manusia, sekiranya keinginan kuatnya ingin bertaqarrub kepada Allah tidak bisa tercapai hanya gara-gara tato yang sulit dihapus. Padahal Allah maha pengampun, maha pemaaf dan maha menerima taubat. Wallahu A’lam

" INILAH 25 AKHLAK BURUK "

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

" INILAH 25 AKHLAK BURUK "

1. Suka berkata kasar..
2. Berwajah masam dan dahi yang berkerut..
3. Mudah marah tanpa sebab yang dibenarkan oleh agama..
4. Berlebih - lebihan dalam mencela dan menjelek - jelekan..
5. Sifat Angkuh..
6. Mengejek orang lain..
7. Memanggil dengan panggilan dan gelar yang buruk..
8. Menggosip dan membicarakan aib orang lain, lupa terhadap aibnya sendiri. 9. Suka mengadu domba (memfitnah)..
10. Menyebarkan berita yang tidak diketahui kebenaran tanpa mengecek terlebih dahulu, padahal dia mampu melakukan itu..
11. Suka Menyelidiki Aib orang dan mencari informasi yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya..
12. Suka bermuka dua dihadapan manusia..
13. Suka berprasangka buruk (Su'udzhan) tanpa alasan yang dibenarkan oleh agama..
14. Suka menyebarluaskanrahasia yang seharusnya dia jaga..
15. Tidak mau menerima alasan orang lain yang berbuat salah kepadanya..
16. Saling menjauhi dan menjaga jarak dengan saudara nya tanpa sebab yang jelas..
17. Suka Hasad dan Dengki..
18. Meladeni orang - orang pandir lagi jelek..
19. Kurangnya rasa malu..
20. Kikir..
21. Suka menyebut - nyebut pemberian..
22 Melanggar janji..
23. Suka berdusta..
24. Terlalu bercanda berlebih - lebihan diluar batas agama..
25. Sombong karena nasab yang tinggi..

YA ALLAH jauhkan kami dari akhlak buruk. Aamiin..

HAL-HAL YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU IBADAH PUASA

1. Diriwayatkan dari Aisyah ra Bahwa sesungguhnya Nabi saw. dalam keadaan junub sampai waktu Shubuh sedang beliau sedang dalam keadaan puasa, kemudian mandi. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

2. Diriwayatkan dari Abi Bakar bin Abdurrahman, dari sebagian sahabat-sahabat Nabi saw. ia berkata kepadanya : Dan sungguh telah saya lihat Rasulullah saw. menyiram air di atas kepala beliau padahal beliau dalam keadaan puasa karena haus dan karena udara panas. ( H.R : Ahmad, Malik dan Abu Daud )

3. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa sesungguhnya Nabi saw berbekam sedang beliau dalam keadaan puasa. (H.R : Al-Bukhary )
4. Diriwayatkan dari Aisyah ra Adalah Rasulullah saw mencium (istrinya) sedang beliau dalam keadaan puasa dan menggauli dan bercumbu rayu dengan istrinya (tidak sampai bersetubuh) sedang beliau dalam keadaan puasa, akan tetapi beliau adalah orang yang paling kuat menahan birahinya. ( H.R : Al-Jama’ah kecuali Nasa’i) hadits shahih.

5. Diriwayatkan dari Abdullah bin Furuuj : Bahwa sesungguhnya ada seorang wanita bertanya kepada Ummu Salamah ra. Wanita itu berkata : Sesungguhnya suami saya mencium saya sedang dia dan saya dalam keadaan puasa, bagaimana pendapatmu ? Maka ia menjawab : Adalah Rasulullah r pernah mencium saya sedang beliau dan saya dalam keadaan puasa. ( H.R : Aththahawi dan Ahmad dengan sanad yang baik dengan mengikut syarat Muslim ).

6. Diriwayatkan dari Luqaidh bin Shabrah : Sesungguhnya Nabi saw bersabda : Apabila kamu beristinsyaaq ( menghisap air ke hidung )
keraskan kecuali kamu dalam keadaan puasa. ( H.R :Ashhabus Sunan )

7. Perkataan ibnu Abbas : Tidak mengapa orang yang puasa mencicipi cuka dan sesuatu yang akan dibelinya ( Ahmad dan Al-Bukhary ).

KESIMPULAN

Hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa hal-hal tersebut di bawah ini bila diamalkan tidak membatalkan puasa :

Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.

-Menta’khirkan mandi junub setelah adzan Shubuh. (dalil : 1 )
-Berbekam pada siang hari. ( dalil : 3 )
-Mencium, menggauli, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari.( dalil 4 dan 5 )
-Beristinsyak ( menghirup air kedalam hidung )terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya. ( dalil : 6 )
-Disuntik di siang hari.
-Mencicipi makanan asal tidak ditelan.(dalil :7)

Wallahu a'lamu bisshowwaab, silakan share

Mahasiswa Meninggal Karena Menghina Islam

Kisah ini terjadi di Universitas ‘Ain Syams, fakultas
pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat
masyhur dan dieksposs oleh berbagai media
massa setempat dan sudah menjadi buah bibir
orang-orang di sana.

Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman
salah satu fakultas di negara Mesir, berdiri
seorang mahasiswa sembari memegang jamnya
dan membelalakkan mata ke arahnya, lalu
berteriak lantang, “Jika memang Allah ada, maka
silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari
sekarang!.”

Ini merupakan kejadian yang langka dan
disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen
di kampus tersebut. Menit demi menitpun
berjalan dengan cepat hingga tibalah menit
keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang
mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada
gejala apa-apa dari ucapannya, sang mahasiswa
ini berkacak pinggang, penuh dengan
kesombongan dan tantangan sembari berkata
kepada rekan-rekannya, “Bagaimana pendapat
kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah
pasti Dia mencabut nyawa saya?.” Para
mahasiswapun pulang ke rumah masing-
masing. Diantara mereka ada yang tergoda
bisikan syaithan sehingga beranggapan,
“Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena
hikmah-Nya di balik itu.” Akan tetapi ada pula
diantara mereka yang menggeleng-gele ngkan
kepala dan mengejeknya.

Sementara si mahasiswa yang lancang tadi,
pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan,
berjalan dengan angkuh seakan dia telah
membuktikan dengan dalil ‘aqly yang belum
pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya
bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia
diciptakan secara serampangan; tidak mengenal
Rabb, tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab.
Dia masuk rumah dan rupanya sang ibu sudah
menyiapkan makan siang untuknya sedangkan
sang ayah sudah menunggu sembari duduk di
hadapan hidangan. Karenanya, sang anak ini
bergegas sebentar ke ‘Wastapel’ di dapur. Dia
berdiri di situ sembari mencuci muka dan
tangannya, kemudian mengelapnya dengan
tissue. Tatkala sedang dalam kondisi demikian,
tiba-tiba dia terjatuh dan tersungkur di situ, lalu
tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya.

Yah…dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi.
Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui
bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada
air yang masuk ke telinganya!!.
Mengenai hal ini, Dr.’Abdur Razzaq Nawfal -
rahimahullah- berkata, “Allah hanya menghendaki
dia mati seperti keledai!.”

Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian
ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau
kuda, maka seketika ia akan mati?!!!.

MENGAPA LIDAH KELU DISAAT AJAL AKAN MENJEMPUT..??

Coba kita amati..
Mengapa kebanyakan orang yg hampir ajal tidak dapat berkata apa- apa. Lidahnya kelu..keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'

Diriwayatkan sebuah hadist..

"Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika adzan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya."

Ini jelas menunjukkan kita disarankan agar mendiamkan diri. Jangan berkata sewaktu adzan berkumandang, kecuali kita menjawab suara adzan tersebut. Sebagai orang beragama Islam wajib menghormati adzan...

JIKA LAGU KEBANGSAAN NEGARA BERKUMANDANG, KITA DIAJARKAN AGAR BERDIRI TEGAK DAN DIAMKAN DIRI.
Lantas Mengapa ketika adzan tidak bisa mendiamkan diri..?

''Barang siapa yang berkata-kata ketika adzan, Allah akan kelukan lidahnya ketika sakaratul maut.''

Na'udzubillahimindzalik...

Kita takut dengan kelunya lidah kita saat ajal hampir tiba, kita takut tidak dapat mengucap kalimat "Lailahaillallah..".

Yang mana siapapun yang dapat mengucapkan kalimat ini ketika nyawanya akan dicabut, Allah dengan izin-Nya menjanjikan syurga untuk mereka...

Karena itu, mari kita sama-sama menghormati adzan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu sewaktu nyawa kita hendak dicabut.

"Ya Allah..
Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia. Lancarkan lidah kami mengucapkan kalimah "Lailahaillallah.." sewaktu sakaratul maut menghampiri kami."

Aamiin.. Aamiin.. Aamiin Ya rabbal 'Aalamiiin..